Ye Lily seketika itu langsung terbatuk ketika Liam Ye menodongnya sebuah pertanyaan yang sangat sensitif. Ia tidak menyadari bahwa rona wajahnya kini semerah buah kesemak yang telah matang, begitu ranum, begitu menggemaskan. “Aku ... Aku ... tidak kok ....” jawab Ye Lily dengan kata kata yang terbata bata. Liam Ye semakin menaruh perhatian kepadanya dan tak segan terbahak menertawakan kecanggungan adik bungsunya. “Ha ha ha ... adik, aku tahu betul sifatmu. Kamu tidak piawai berbohong. Semakin kamu menutupi kenyataan dengan kebohongan, semakin terlihat jelas upaya kerasmu itu sia sia. Sudahlah, jangan berusaha sekeras itu hanya untuk sebuah kebohongan. Aku tidak bisa kamu siasati dengan alasan. Terlihat jelas di raut wajahmu, betapa kamu mengakui perasaanmu ketika aku mempertanyakan i

