“Xiang, kamu sebenarnya kenapa? Sejak kamu pulang, ibu terus memperhatikanmu, ada sesuatu yang kamu sembunyikan bukan? Kenapa tidak mau berterus terang pada ibu?” Nyonya Zheng tak membiarkan Lin Xiang menutupi sesuatu darinya. Sebagai ibu, ia tentu memiliki kepekaan dan tak bisa begitu mulu jadi kelabui oleh putrinya. Lin Xiang berusaha menghindari sorot mata tajam ibunya, di mana perlakuan itu membuat ia sangat tertekan dan semakin lemah. Bagaimana bisa menyembunyikan rahasia besar dari ibunya jika mata selidik nya terus terpacu kepadanya. “A ... Aku sungguh tidak apa-apa ibu. A .... Aku ....” Lin Xiang begitu tergeragap sehingga sulit baginya untuk mengatakan sesuatu dengan jelas. Kegugupan serta rasa takut yang disembunyikan itu menjadi tekanan batin baginya sehingga merambat ke kondi

