Ye Lily masih berkutat dengan soal yang rumit baginya, tugas kuliah kali ini cukup rumit baginya. beruntung ada Tian Lu yang senantiasa berada di sampingnya dan tampak begitu paham sehingga bisa menjadi guru privat bagi nona muda itu. “Yang bagian ini menggunakan rumus ini ....” seru Tian Lu menerangkan bagian yang sulit dipahami oleh Ye Lily sambil memberikan contohnya. A Mei yang juga sedang kebingungan dengan tugasnya pun merasa iri. Ia menoel ujung pulpen ke arah pelipisnya saking penatnya bagian di dalam sana. Pandangannya terus tertuju pada dua orang yang terlalu mencolok mata itu, seakan dunia ini sudah dikontrak sepenuhnya oleh mereka hingga keberadaan A Mei tak terlihat. “Haiya ... aku juga mau dong dibantu, pelajaran berhitung ini sungguh menguras pikiranku. Kenapa harus ada pe

