“Liam Ye memberi hormat kepada ayah dan ibu.” Ujar Liam Ye seraya membungkuk hormat, ketika ia menegakkan tubuhnya, senyumannya pun terlihat begitu sumingrah. Ia menatap kedua orang tua itu secara bergantian. Xi Er mengangguk perlahan kemudian meminta ijin kepada Robert Ye untuk menghampiri putra mereka. Robert Ye pun mengijinkannya dengan gestur anggukan. Xi Er berjalan mendekati Liam Ye kemudian duduk di sebelah kursi putranya. Liam Ye merasa agak canggung, hal yang tidak biasa dari kelakuan ibunya itu membuat ia bisa berpikir bahwa ada sesuatu yang tidak beres yang ingin kedua orang tuanya bahas. “Apa kabarmu putraku? Apa kesibukanmu setelah pulang dari rumah sakit?” tanya Robert Ye terdengar perhatian. Liam Ye tersenyum lalu menjawab, “Aku sudah membaik, ayah dan ibu tidak perlu k

