Pintu kamar tempat Chen Ye dikurung pun dibuka, tuan muda itu menatap lemah ke depan. Siapa pun yang mendatanginya kini tidak lagi menyita perhatiannya. Setelah menjalani masa kurungan selama nyaris sepekan, Chen Ye pun mulai merasa kepercayaan dirinya menciut. Yang ada hanyalah dendam yang tetap sama membaranya kepada siapa pun yang menghalangi rencananya. Ia telah kehilangan sekutu, semua yang berada di pihaknya telah dibubarkan oleh Robert Ye. Jika ingin mendapatkan kembali impiannya, maka ia pun harus memulai semuanya dari nol. Mengumpulkan lagi fondasi untuk menyerang, satu yang pasti, darah mudanya tidak berhenti berkobar menuntut apa yang seharusnya menjadi miliknya. “Tuan muda pertama, anda diminta menghadap tuan besar saat ini juga.” Seorang pengawal utusan Robert Ye datang menj

