"Bu Kania sudah tidak mengajar di SD ini, Pak," tukas seorang penjaga sekolah kala Fawwaz mendatangi Sekolah Dasar Negeri tempat Kania mengajar dulu. "Benarkah? Sejak kapan, Pak?" tanya Fawwaz. Pria itu jelas kaget, mengingat dia tahu betul impian Kania. Tidak mungkin gadis yang masih menempati ruang di hatinya itu meninggalkan sekolah ini. "Baru-baru ini, Pak. Belum ada sebulan. Mau saya telponin, kebetulan saya punya nomornya," tawar laki-laki tua yang tengah memegang sapu lidi bergagang panjang itu. Beberapa murid sekolah dasar bersorak ketika bola yang mereka sepak membobol gawang lawan. Di sisi lain lapangan ada dua pasang anak sedang bermain bulu tangkis. Sisanya hanya duduk dan bersorak di pinggir lapangan. Fawwaz mendatangi sekolah bukan tanpa alasan. Dia terlalu malu jika harus

