Kawasan Cipanas yang ramai dengan wisatawan terlihat semakin semrawut dengan adanya beberapa pemuda yang berlarian panik. Kania sedikit penasaran akan apa yang terjadi. Tetapi Dia tetap berlari ke arah berlawanan. Khawatir Demian akan menyusulnya. "Dari Siti Khodijah, A," ucap Kania memasuki area kolam renang tempat yang sudah mereka sewa. Petugas loket mempersilakan Kania masuk, sebelumnya gadis itu melihat pantulan diri di cermin. Khawatir ada sisa air mata yang akan menjadi pertanyaan dari rekan-rekannya. Anak-anak tengah menggerakan tangan dan kaki untuk pemanasan. Mereka mengikuti instruksi dari pak Anwar. Gerakan mereka yang tidak kompak mengundang gelak tawa. Kania belum dapat melupakan peristiwa memalukan yang baru saja terjadi. "Lama amat, Bu," protes Bu Lidya. Kania menyerahk

