"Abah, Cilopang longsor!" seru Bu Sumarni dengan napas terengah-engah. Fawwaz, Aisha dan Pak Agus terdiam sejenak kemudian serempak tertawa. "Ambu mah, kamana wae, kita sudah tahu dari tadi lagi, Mbu." "Teu boga nurani, orang lagi kena musibah kalian tertawa. Itu kernet truk yang angkut pasir kan menantunya bu Romlah. Katanya tertimbun," papar Bu Sumarni. "Innalillahi, itu beritanya sudah valid, Mbu?" tanya Aisha. "Longsor Sha, lain caah, teu aya nu palid," terang bu Sumarni dia menjelaskan bahwa itu longsor bukan banjir, jadi tidak ada yang hanyut. Dia salah faham Aisha yang bertanya valid menjadi palid yang artinya hanyut. Kebiasaan orang Sunda yang selalu kesulitan melafalkan huruf F dan V. "Serah dah ah," sesal Aisha, lantas dia kembali fokus pada kolam yang sedang dibersihkan. F

