Akhir Kisah

1062 Kata

Sinar matahari sudah menyinari teras samping kediaman Abdullah kala seorang perempuan tua duduk tak berdaya di atas kursi roda. Kehangatannya membuat embun-embun yang semula berada di atas dedaunan berjatuhan. Namun, bagi perempuan itu, ada yang lebih hangat dari cahaya matahari. Senyum manis perempuan berkerudung merah jambu.   Perut buncitnya tidak dijadikan alasan untuk merawat dirinya sejak pertama kali masuk rumah sakit hingga kini sudah hampir sembilan bulan dengan keadaan sakit. Allah selalu punya rencana indah untuk kehidupan setiap hambaNya.   Bu Sumarni memejamkan mata, membiarkan sinar matahari membelai wajah keriputnya.   “Ambu mau sarapan sekarang?” tanya Kania. “Kania ambilkan, ya?”   “Nanti saja, Neng. Duduk dulu,” perintah Bu Sumarni. Kania tersenyum lantas dia dud

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN