“Ambu, Kania hamil, Mbu. Ambu mau punya cucu dari Aa,” bisik Fawwaz, “kenapa Ambu gak bangun-bangun?” Lelaki itu menggenggam jemari sang ibu. Nampak bu Sumarni terlihat begitu tenang seperti sedang tertidur pulas setelah dokter menyatakan bahwa beliau mengalami penurunan kesadaran atau koma. “Terjadi kerusakan pada otak pasien, dalam kasus ini ibu terkena stroke. Banyak-banyak berdoa semoga ada keajaiban,” kata dokter waktu itu. Pak Agus nampak begitu terluka. Untuk pertama kalinya Fawwaz melihat sang ayah meneteskan air mata. “Istri saya masih bisa sembuh, Dok?” tanya lelaki berperut buncit itu. Dia menyimpan banyak harapan, dia ingin memperbaiki semuanya. Keinginannya untuk melihat istri dan menantunya rukun sangat besar. “Kita pasrahkan pada Yang maha kuasa.” Lal

