Kenyataan

1046 Kata

  Entah berapa lama Kania tidak merasakan tidur sepulas ini. Ketika terdengar sayup-sayup dia mendengar keributan di luar kamar. Selimut merah marun yang menutupi tubuhnya dibuka dengan perlahan. Lalu bangkit ketika merasakan sebuah dorongan dari dalam perutnya. Rasanya bergolak, seperti diaduk-aduk.   Perlahan dia meraih gagang pintu, dan ketegangan adalah hal pertama yang dia lihat. Fawwaz dan Aisha terlihat sedang berdebat.   “Neng, sudah enakan?” tanya Fawwaz. Kania mangangguk, sementara itu Aisha terlihat sangat kesal.   “Ada apa, Sha?” Kania penasaran. Dia melangkah mendekati Fawwaz, kemudian duduk di sebelahnya.   Rumah sepi, Bi Ning dan teh Sari yang biasanya sibuk di dapur tidak ada di tempat.   “Ambu dibawa ke rumah sakit, kondisinya semakin drop.” Fawwaz seperti sedan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN