Kepergian Sahabat

1203 Kata

"Hati-hati dijalan, Nak. Jaga diri baik-baik." Pesan yang begitu dalam pak Ari sampaikan kepada putri tunggalnya tatkala gadis itu masuk kedalam mobil. "Inshaa Allah, Yah. Ayah baik-baik di rumah." Kania menatap sendu pria rapuh di hadapannya. "Saya pamit, pak. Assalamualaikum," pamit Demian, Pak Ari hanya mengangguk seraya menjawab salamnya. Tidak ada senyum. Perjalanan dari Rancabango menuju kediaman Tia terasa begitu panjang. Demian larut dalam lamunan, sekeras apa pun dia mengambil Pak Ari hasilnya tetap sia-sia. Begitu pun dengan Kania, dia tidak bersuara. Matanya fokus pada sebuah novel yang baru saja dia beli beberapa waktu lalu. Hingga nada dering dari sebuah telepon seluler memecah keheningan itu. "Assalamualaikum, Ti." "waalaikumsalam, sudah sampai mana?" tanya Tia di samb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN