Edo menyetir mobilnya menuju kedai untuk mengantarkan Anin dan Aska yang akan tampil kali ini. Tapi kali ini berbeda karena ada Sahya diantara mereka. Entah kenapa Aska selalu berdebar saat melihat mata itu, dia seperti mengenalnya tapi dia sendiri tidak tau siapa dia. Kenapa sangat membuat hatinya bergetar seperti ini. Mata itu mirip mata seseorang yang di sukai oleh Aska, tapi entah mata yang sama tapi dengan orang yang berbeda. Hati Aska mulai goyah karena dua gadis berbeda dengan mata yang sama. Sungguh sampai saat ini juga dia belum berani bertemu dengan orang yang mencuri hatinya itu. “Kak Sahya, nanti pulangnya dianterin sekalian apa gimana?” Tanya Anin pada Sahya “nanti aku di jemput aja Nin, soalnya pasti kalian kan sampai malam. Nanti aku dimarahin kalau pulang malam mala

