Part 41

1718 Kata

Tangan gadis itu gemetar menatap layar yang terus berkedip. Segera ia menghapus jejak air mata yang membasahi pipi sebelum menggeser icon warna hijau. "Pengganggu, ada apa telepon jam segini. Aku masih kerja," sarkasnya sebagai salam pembuka. Raiza tersenyum di ujung sana. "Bagaimana, ya, aku terlalu sering tak bisa tidur jika menelponmu tengah malam, jadi lebih baik kita ubah jadwalnya menjadi pagi hari." Sedikit mengerutkan dahi Raiza menatap layar yang tak menampilkan sosok Crisy. Gadis itu seakan sengaja menghindarinya. "Baiklah, sekarang katakan apa yang kau inginkan." Crisy masih enggan menunjukkan wajah. Ia menggenggam kotak P3Knya dan duduk di tepi ranjang. Sementara ponsel diletakkannya tergeletak di atas dipan. "Kenapa aku hanya mendapat pemandangan langit-langit kamar. Apa ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN