Part 42

1605 Kata

Crisy tergugu menatap sejoli di depannya yang sedang berciuman. Ia pun menunduk lemah mengepalkan kedua tangan guna menahan rasa sesak yang mendera d**a. Beberapa detik jiwanya benar-benar hancur, sampai kemudian suara Valeri membuatnya mendongak. "Cris, kau pulang saja, Dev biar latihan sama aku. Kau tak ingin jadi obat nyamuk, 'kan?" "Val ...." Suara Devandra terdengar lemah, tak berani memandang ke arah Crisy yang membatu. Berhasil mengendalikan perasaannya, Crisy pun tersenyum. Ia mengangguk. "Kalau begitu aku permisi," ucapnya lalu berlalu dari sana. Tungkai Crisy melangkah sedikit tergesa. Dalam pikiran yang ada hanya dirinya harus segera menjauh dari sana. Hatinya teriris sakit, netranya berair, tumpah begitu banyak. Untuk kesekian kalinya ia menangis karena Devandra. "Ada begi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN