"Ini beneran kau yang masak semua, Za?" tanya Carlos antusias. Sudah lama ia tak merasakan masakan dengan citarasa Indonesia. Sekarang dirinya berasa ada di kampung halaman. Meski masa lalunya yang tak bahagia, tetap saja Carlos menyukai masakan yang membuatnya bernostalgia. "Iya, Kak," sahut Raiza setelah menelan makanan dalam mulutnya. "Good job." Carlos mengacungkan dua jempol. "Kau memilih suami yang benar, Cris. Mapan, tampan, perhatian, tanggung jawab, jago masak pula." "Coba suamiku juga jago masak," celetuk istrinya. Carlos pun mendekatkan wajah pada istrinya. "Yang penting aku jago buat kau melayang." "Diam, ah, malu sama mereka dan anak-anak." Crisy dan Raiza tertawa, sedang dua anak mereka tak peduli. Raiza menurunkan tangan kiri menggapai tangan kiri istrinya yang berting

