Part 62

1675 Kata

Suasana hening masih tercipta di antara mereka, selain alunan decapan-decapan halus sebagai wujud kerinduan yang tak berujung maka tak ada lagi hal lain yang bergabung dalam romansa mereka. Begitu indah dan membuai, begitulah rasa yang terlukis di antara keduanya. Raiza melepas pagutannya ketika sekali lagi Crisy kehabisan cara untuk bernapas. Tangan kekar itu masih bertahan menangkup wajah sang kekasih dengan sangat lembut. Sementara netra terbuka perlahan. Keindahan yang selalu dirindukannya kini ada di depan mata. Terdiam, dengan napas yang sedikit memburu, dengan netra yang tertutup sempurna. "Cris, buka matamu," bisik Raiza lembut. Wanita itu menggeleng lemah. "Aku takut setelah membuka mata kau akan hilang, biarlah aku tetap ada dalam halusinasiku, Za ...." Terenyuh. Satu kata ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN