Crisy menatap Devan yang duduk santai di sofanya. Televisi menyala menampilkan salah satu acara reality show yang sedang trend di London. Wanita itu pun menghela napas sambil mengaduk secangkir kopi untuk tamunya. Seperti dejavu, di suatu masa di masa lampau Devandra juga pernah seperti itu. Duduk di sofanya, bahkan bermalam di rumahnya, dan mereka tidur di sana, saling memeluk dengan hangat. Crisy menyentuh dadanya yang berdegup. Saat itu, jika mau Devandra bisa saja merenggut kesuciannya, tapi Devan sangat menghormati komitment yang dibuat Crisy untuk tak bersetubuh dengan siapa pun sebelum mereka menikah. Namun, apalah arti komitment itu sekarang. Ia telah kehilangan segalanya. Bahkan sejauh yang ia tahu dan curi dengar dari pembicaraan sang kakak dan pihak polisi yang datang ke ru

