Chapter 17

1279 Kata

HENING TANPAMU Menepi dari hiruk pikuk keramaian seringkali menjadi obat mujarab bagi seseorang yang dilanda kegalauan. Atha menghela napas, resah untuk kesekian kalinya. Semalam lelaki itu berkunjung ke rumah Delia, tetapi kedatangannya berakhir dengan kekecewaan yang mendalam. Di sana, di teras rumah dia tersenyum bahagia dengan seorang lelaki yang sempat membuat Atha berpikir ulang tentang perasaannya pada Delia. Sebagian hatinya terasa nyeri saat tawa perempuan itu disebabkan lelaki lain. Senyum bahagia itu tak lagi berasal darinya, seorang lelaki yang sudah berkomitmen dengan Delia untuk lebih serius melanjutkan hubungan mereka lebih dari sekedar pertemanan. Namun kenyataan, fokusnya terpecah dengan kehadiran Mira. Delapan tahun lebih mengenal Delia, Atha masih tidak menyadari hati

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN