TEPIAN LUKA Di sudut taman Blambangan Atha duduk merenung, kebahagiaan yang didapatkan beberapa hari ini ternyata sebuah gerbang menuju jurang kehancuran. Kesenangan sesaat melenakan hati hingga memperok-porandakan hubungan yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Rumput hijau di tengah taman bak oase ditengah perih hatinya. Luka tak kasat mata mendera seluruh tubuhnya. Habis tak tersisa yang ada tinggal penyesalan dan rasa bersalah. Atha menengok di sisi sebelah kanan tempatnya duduk. Kubah masjid Agung Baiturrahman yang dipucuknya terdapat lafaz Allah tampak kokoh. Kedua kelopak itu mulai memerah saat mengingat perbuatannya pada Delia. Seperti ada yang mendorong, dia berdiri dan melangkah ke masjid. Suasana masjid tampak ramai, kebetulan hari ini adalah hari kamis di mana kegiatan

