Chapter 25

1234 Kata

KUKEJAR CINTAMU Belahan rambut yang sudah tertata rapi kembali dia acak-acak. Terlalu klimis hingga usianya terkesan lebih tua. Potongan rambut model undercut yang dibelah pinggir kini dia sisir ke belakang semua. "Gini kayaknya lebih pas," gumam Atha pada cermin di depannya. Garis bibirnya selalu terangkat sejak Imran menceritakan semua kejadian yang menimpa Delia. Kebodohan di masa lalu tak akan pernah diulang lagi olehnya. Maju terus pantang mundur, itulah semboyan Atha saat ini. Sore tadi, lelaki itu sudah menghubungi Arman secara langsung. Mendapat respon yang cukup ramah dari orang tua Delia, dia membulatkan tekad untuk melamar sang pujaan. Bagaimanapun status perempuan itu saat ini. "Pa, Ma. Adik ke rumah Delia dulu," pamit Atha pada kedua orang tuanya. "Wih. Gercep, Dik. Ini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN