Hari pertama Zee datang ke sekolah menggunakan jilbab.
Kalau saja tidak ada peristiwa dengan Brian dulu, mungkin kini Zee tetap menjadi gadis yang tidak dikenal.
"Cuih, sok alim" Via berkata sinis ketika melihat Zee mengenakan jilbab
"Beugh, biar keliatan gadis baik-baik ya" kata Dhea mencibir
"Bagus deh. Tuh muke juga jelek kuadrat, sekalian umpetin" ledek Vina
Zee berjalan santai. Tidak satupun yang membuat emosinya meledak. Sampai di kelas teman-teman Zee terkejut.
"Masya Allah Zee... Lo makin cantik" kata Mona.
Cindy menatap Zee.
"Besok gue pake jilbab juga ah" kata Cindy "keren"
Beberapa temen perempuannya menyetujui.
"Yaaaaa... Kalau semua perempuan pake jilbab, gimana nasib mata gue" tiba-tiba Tristan bersuara. "Pemandangan indah tertutup"
Zee tersenyum ke arah Tristan "Bagus dong, lo dibantu untuk menundukkan pandangan"
"Ntar aja ah, kalau punya suami" kata Mona tiba-tiba. "Belom siap, gue"
"Nih, cewek-cewek" kata Bimo mengedarkan pandangan "Saat ini, tanggungjawab diri elo tuh di bokap. Kalo lo semua sayang sama bokap lo, lo pake jilbab deh." Lanjut Bimo lagi.
Zee tercenung, tiba-tiba dia merasa jahat sama ayahnya. Seharusnya dia pakai jilbab dari dulu.
"Lo berbuat baik itu harus. Tapi nutup aurat itu wajib, perintah Allah. Kalau lo ga tutup, bokap lo yang ditanya Allah. Gak kasihan sama bokap lo?" Kata Bimo lagi bikin Zee makin salah. Zee jadi pingin pulang ke rumah, minta maaf sama ayahnya.
Semua terdiam dengar kata-kata Bimo.
"Bukan masalah siap ga siap." Kata Bimo menatap Mona. "Mon, kalau saat ini ada malaikat maut mau cabut nyawa elo, emang kudu nanya elo siap atau enggak" lanjut Bimo lagi.
Spontan nyaris semua yang di kelas bergidik, sebagian menangis.
"Omongan Bimo bener. Buat cewek-cewek, bantu kita yang cowok-cowok ya, untuk menjaga pandangan. Lo ga mau kan kita tarik ke neraka, gara-gara kita asik nikmatin pemandangan indah" kata Pandu lirih.
"Cewek-cewek X-A berjilbab semua, pasti keren dan cantik" kata Damar. Semua mengangguk.
"Gue... Gue gak bisa..." Kata Mona terbata. Dirinya berusaha menahan tangis.
'Keluarga bokap gue anti jilbab" kali ini, tangis Mona pecah. "Dulu, nyokap gue berjilbab, dikucilin. Setelah nyokap gue ga pake jilbab, pake pakean seksi, disupport sama mereka" tangis Mona pecah.
Cindy mendatangi Mona, memeluknya dan mengelusnya.
"Mon, lo pake pas keluar, ke sekolah aja. Kayak backstreet" Tristan memberikan ide.
Temen-temennya mengangguk.
"Mon, jangan tersinggung ya" kata Zee. "Kita patungan yuk, beliin Mona jilbab. Paling gak, cuma untuk sekolah aja dulu" usul Zee disambut setuju teman-temannya.
Mona makin menangis dipelukan Cindy.
*****
'Kak Bi, nanti malam ke rumah mama yuk, mama aku' tulis Zee
Brian membaca dan memberikan stiker OK.
'Aku nanti rapat lagi, ya sayang' tulis Brian
Zee memberikan stiker OK
Pelajaran berjalan seperti biasa. Guru-guru menyambut baik terhadap penampilan baru Zee.
Pandu menginstruksikan temannya untuk diam-diam dengan rencana mereka. Senin depan, cewek-cewek kelas X akan pakai jilbab semua. Akan ada surprise keren.
"Gue cuma mau kasih sedikit pembekalan" kata Zee sebelum temen-temennya keluar kelas menuju kantin.
Teman-temannya yang sudah siap berdiri, jadi duduk lagi.
"Yang gak suka, akan banyak. Seperti kisah Mona" kata Zee. "Syaithon akan terus menggoda. Jadi kuatkan tekad, Bismillah" kata Zee.. disambut takbir oleh teman-temannya
"Allahu Akbar"
Zee malah terkejut teman-temannya takbir. Lalu mereka tersenyum dan keluar kelas.
Cindy, Mona dan Zee menuju kantin.
"Eh, ada anak sok alim" kata Dinda. Mona melirik kesal. Cindy menepuk bahu Mona. Zee berjalan cuek seperti bukan dia yang disindir.
"Panuan ya lo, makanya ditutupin' kata Ambar
"Botak kali" seloroh Alyssa
Beberapa cewek mendekati dan berusaha menarik jilbab Zee.
Mona spontan inget omongan Zee dan tiba-tiba Mona mengucapkan ta'awudz.
"A'udzu billahi minasy syaithoonir rojiim"
Semua terkejut mendengar teriakan Mona.
'Lo pikir kita setan?" Alyssa ngamuk ingin memukul Mona. Tangan Zee menangkap tangan Alyssa.
"Cuma syaithon yang kepanasan, liat ada orang taubat" jawab Zee sambil memandang tajam ke Alyssa dan kakak kelas lainnya.
"Kalau lo gak suka gue, silahkan hajar gue tapi jangan coba-coba sentuh temen-temen gue" kata Zee tajam.
"Dan, gue ga akan segan sama orang yang menghina Islam, sekalipun agamanya Islam" kembali Zee menatap tajam ke kakak kelasnya.
"Syaithon itu ada dua bentuk. Satu berbentuk jin, satu berbentuk manusia. Itu ada di al quran" kata Zee sambil menarik tangan Mona dengan lembut.
Kakak kelasnya terdiam kembali. Skakmat.
*****
Sesampai di kantin, barulah Zee bisa tertawa. Mona dan Cindy heran, melihat Zee ngakak. Zee mencium pipi mona.
"Gue ga nyangka kalimat ta'awudz keluar dari bibir Mona.
"Zee" kata Mona serius.
Zee menghentikan tawanya.
"Makasih ya"
"Ah, tadi yang keren itu, elo lagi. Gue cuma moles" kata Zee sambil tersenyum merangkul Mona.
"Bukan itu" Mona terlihat serius.
"Jadi?" Zee melihat Mona bingung.
"Kejadian ini, bikin gue semangat pake jilbab. Kalau keluara gue nentang, gue akan bilang, mereka mau ikut golongan mana" kata Mona tegas.
"Masya Allah Mona..." Kata Zee dan Cindy barengan, mereka berpelukan dan lupa kalau mereka belum pesan makanan.
"Makasih ya, Zee. Makasih atas semuanya" kata Mona sambil menangis.
"Makasih juga Cin... Kalau bukan lantaran elo yang berseru mau pake jilbab, belum tentu sekelas mau pke jilbab" kata Mona lagi.
Zee dan Cindy ikut menangis