Radit tetap membawa Lia ke atas menuju kamarnya dan berpura -pura tak mendengar teriakan Lia yang terus meronta meminta untuk di turunkan dari gendongan Radit. "Sssttt ... Diam sayang, kayak mau di apain aja sih? Ini mau di kasih ena -ena lho," ucap Radit terkekeh. "Turunin Lia, Kak," ucap Lia yang masih mengalungkan kedua tangannya di leher Radit karena takut terjatuh. "Di kasur nanti. Bentar lagi," ucap Radit santai. "Masih siang Kak," ucap Lia denagan nada memohon. "Kakak yang olah raga. Kamu tinggal merem aja," ucap Radit sambil mengedipkan satu matanya kepada Lia. Radit masuk ke dalam kamar tidurnay dan menidurkan istri kecilnya di kasur mewahnya. Radit kemblai untuk menutup pintu kamarnya dan mengunci pintunya lalu menutup pintu yang menyambung ke balkon dan menutup smeua tirai

