Dara menatap Abigail lekat sambil menjawab, "Siapa? Kak Dimas? Cowok yang tadi kan?" Abigail mengangguk membenarkan ucapan Dara, "Iya. Cowok yang tadi pegang tangan kamu." "Itu Kak Dimas, Ketua OSIS sekarang. Bukan pegangan tangan," ucap Dara menjelaskan. "Terus apa? Tadi Kak Abi lihat memang lagi pegangan tangan," ucap Abigail memebri kode pada Dara untuk mengikutinya masuk ke dalam kafe. Kafe yang di pilih Abigail adalah kafe yang ada di pinggir jalan yang selalu Dara lalui setiap pulang sekolah. Tempatnya tidak begitu besar tapi cukup elegan dan nampak mewah. "Tadi itu Kak Dimas maksa Dara untuk naik ke atas motornya. Soalnya kasihan sama Dara belum ada yang jemput, sedangkan hari semakin siang, sekolahan juga sudah gak ada orang," ucap Dara masih tetap menjelaskan sambil berjalan

