Clara masih mengaduk masakan andalannya opor ayam dan semur daging. Kali ini ia membuatkan makanan kesukaan Nita, sahabatnya juga. Lia sudah berdiri di samping Clara sambil ikut mengaduk masakan yang masih berada di atas kompor. Wajahnya terlihat sedikit memerah dan Lia nampak sedang menahan napas sesekali di hembuskan dengan cepat. "Kamu kenapa, Lia? Kayak lagi panik gitu?" tanya Clara tiba -tiba. Lia menoleh ke arah Mamanya dan tersenyum. Senyumnya terlihat sangat di paksakan. "Kenapa? Lia gak apa -apa, Mah," jawab Lia tetap terlihat gugup. "Tuh pipi sampai merah gitu? Pasti rasanya panas banget ya?" goda Clara terkekeh sendiri sambil menusuk satu daging semurnya memastikan masakannya sudah matang atau belum. Lia langsung meletakkan sotilnya dan kedua tangannya memegang wajahnay yan

