Allegra memang bukanlah anak nakal yang menyia-nyiakan uang hanya untuk sekolah asal-asalan. Meski dia tak punya otak secerdas Albert Einstein, dia punya tekad kuat dan sifat rajin kalau masalah akademik. Untuk ujian akhir semester kali ini kadar rajin Allegra meningkat berkali-kali lipat. Allegra belajar sampai rasanya mau berdarah. Selama seminggu, Allegra super serius. Bahkan tidak membuka sosial media ataupun chat haha-hihi bersama teman-temannya. Allegra benar-benar fokus. Apa lagi kalau bukan karena kata-kata dari Papa? Meski percakapan di depan piano malam itu cukup singkat, tapi berefek besar buat Allegra. Itulah mengapa begitu ujian hari terakhir berakhir, Allegra rasanya kayak mau meninggal. Literally. Badannya lemas, beban pikirannya tentang dunia hilang, seolah nyawanya pergi

