"Iya, gue rencananya mau gambar cewek yang gue suka." Kalimat itu terngiang-ngiang di telinga Allegra. Berulang bergema bagai suara yang diteriakkan di dinding goa. "Mampus lah gue, mau bilang apa ke Bentala?" gumam Allegra. Allegra bingung setengah mati. Tidak mungkin, kan, dia bilang begini ke Bentala, "Maaf, Ben. Gue salah. Aksara ternyata suka sama gue." Allegra tak tau bagaimana caranya membicarakan hal ini tanpa menyakiti Bentala sama sekali. Pasalnya Allegra adalah orang yang mati-matian mendorong Bentala untuk percaya diri mengenai perasaannya. Semua ini timbul karena sok yakin mengenai perasaan Aksara. Coba saja Allegra memilih menutup mulutnya ketika Bentala bilang bahwa dia menyukai Aksara. Coba saja Allegra tidak sok cerdas dan ikut campur mengenai perasaan Bentala. Coba s

