Perempuan di mata tatanan sosial nyatanya selalu jadi pihak pasif yang harus ini dan itu. Dituntut banyak hal tapi ruang geraknya terbatas. Contoh sederhananya adalah dalam hal menyatakan perasaan. Perempuan diminta diam, menunggu laki-laki yang duluan ambil pergerakan. Masih banyak orang menganggap perempuan yang menyatakan perasaan duluan itu murah alias gampangan. Padahal menyatakan perasaan adalah hak tiap-tiap manusia, terlepas dari apa gender-nya. Meski tak pernah melakukannya, menurut Allegra, perempuan yang ambil inisiatif duluan untuk menyatakan perasaan itu super keren. Allegra tak pernah berani melakukannya karena tidak percaya pada dirinya sendiri. Dia menganggap bahwa dirinya tak pernah benar-benar pantas untuk bersanding dengan orang lain. Mungkin ceritanya berbeda kalau dia

