Menjauh

1518 Kata

"Aduh, Le! Makasih banget! Kalau nggak ada lo, mana bisa gue makan bareng Samudera gitu! Dia juga bilang kalau nasi uduknya enak! Aduh, seneng banget gue!" Allegra tersenyum getir mendengar Bianda yang cekikikan di seberang sana. Sedari tadi Allegra disiksa oleh cerita Bianda mengenai Samudera. Rasanya cukup memilukan untuk mendengar ini semua. Allegra hanya bisa duduk di jendelanya, menatap keluar sambil berusaha agar air matanya tidak bocor dan membanjiri kamar. "Mmh ... gue seneng kalau lo seneng, Bi. Udah dulu ya teleponnya? Gue mau tidur, capek." Allegra berusaha mengakhiri teleponnya dengan Bianda yang mengundang nyeri. Allegra duduk di jendela cukup lama. Menikmati angin yang berhembus masuk lewat celah-celah. "Le!" Seseorang memanggil Allegra. Rupanya Samudera, dari luar balko

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN