Setelah dari toilet gue langsung menuju meja makan yang sudah Krisna pesan. Gue tersenyum tipis saat dia mengangkat pandangannya dari ponselnya. Dia mengisyaratkan gue untuk duduk lewat tatapannya. "Udah merasa baikan?" Krisna nampak begitu khawatir sekali dengan keadaan gue hingga berkali-kali ia mempertanyakan keadaan gue ini. Gue cuma mengangguk, mau bicara tapi terasa kelu di mulut gue. Dia mengesah pelan, "Sekarang coba kamu ceritain, sebenernya kenapa kamu bisa ada di jalanan tadi? Sendirian dan ..." dia menjedanya sejenak, "menangis?" Tanpa bisa di cegah lagi, air mata gue kembali keluar, gue langsung menghapusnya dengan punggung tangan gue. Tidak ingin menatapnya, gue lebih mengalihkan pandangan gue. "Kamu udah tau semuanya ya?" tanya gue kepadanya melirik dia lewat ujung mata

