“Mas, apakah kamu masih mencintai Citra?” tanya Rani dengan suara bergetar. Meski jawaban Firman tentu akan sangat menyakitkannya, tapi Rani perlu kepastian. Dia tidak ingin cintanya hanya terombang-ambing tanpa kejelasan. Rani tak mau mempertahankan cinta, jika ternyata hati Firman masih tersandera. Firman menatap Rani. “Kamu jangan memikirkan hal yang terlalu berat. Ingat kesehatanmu, dan bayi dalam kandunganmu,” jawab Firman. Dia mencoba menenangkan. Tangannya menggenggam jemari tangan Rani. Dia tak ingin menjawab pertanyaan apa-apa tentang Citra. Rani segera melepaskan genggaman tangan Firman. Ada rasa benci karena tangan itu telah menggenggam tangan yang lain. Meskipun itu sahabatnya sendiri. “Apa kamu tak benar-benar mengurus perceraianmu?” tanya Rani penuh selidik. Rani

