DI RUMAH CITRA

1635 Kata

Firman sudah kembali ke kota tempat dia bekerja. Dengan berat hati, dia menyetujui usul Citra. “Mas, aku bisa sendiri," tolak Rani. “Aku nggak mau terjadi apa-apa padamu, tanpa pengawasan orang lain. Kamu mau ayah dan ibu tahu, kamu ada di Jakarta?” tanya Firman. Rani menunduk. Dia memang salah, diam-diam mengikuti Firman. Dia tak pernah menyangka kalau akhirnya malah dia menjadi merepotkan suaminya. Padahal, awalnya dia hanya ingin tahu kejujuran Firman selama ini. “Kita harus jaga anak kita, Rani.” Ucapan Firman, seolah menghipnotis Rani kembali. “Kamu sudah kenal Citra dengan baik. Dia tak mungkin melakukan hal yang membahayakan buat kamu.” Firman kembali meyakinkan. Mas Firman benar, pikir Rani. Citra terlalu baik padanya. Bahkan, saat tahu Firman mendua pun, Citra tak pernah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN