KEKESALAN FARHAN

1634 Kata

Citra menunggu Rani di depan ruang UGD bersama Farhan. Diangsurkannya ponsel Rani ke Farhan. Berulang kali dicoba menghubungi Firman, namun tiada sahutan. Bahkan ponsel milik Firman itu seperti tidak aktif. “Gila memang si Firman. Ninggalin istrinya bunting, tapi ponselnya nggak aktif,” gerutu Farhan sambil menggeleng-gelengkan kepala. “Ish, jangan ngomong kasar gitu.” Citra mengingatkan. Farhan yang sekarang, sudah jauh berbada dengan Farhan yang dulu dikenal Citra. Dulu, Farhan tipe yang mengalah. Kini, dia terlihat lebih percaya diri. Mungkin dengan ditunjang dengan pengalaman hidup bertahun-tahun di negeri orang. Tak lama, seorang petugas medis keluar dari ruang UGD dan memanggil keluarga atas nama pasien Maharani. “Maaf, Bu. Pasien harus segera diambil tindakan karena mengal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN