Menjadi Badut

1349 Kata

Di pagi hari, Nindy sudah fokus dengan pekerjaannya. Dahinya berkerut mencoba untuk berkonsentrasi agar tidak melakukan kesalahan. Tidak ada kertas atau pensil di depannya kali ini, melainkan tangan Raka. Sudah satu minggu pria itu keluar dari rumah sakit dan selama itu pula pekerjaan Nindy menjadi berkali-kali lipat banyaknya. "Jangan dalem-dalem," ucap Raka menarik tangannya. Nindy berdecak dan kembali menarik tangan Raka, "Jangan banyak gerak deh, Pak. Saya potong juga nih jarinya." "Silakan, tapi kamu yang urusin saya seumur hidup." "Gabut banget saya ngurusin Bapak seumur hidup?" balas Nindy aneh. Dia masih fokus pada pekerjaannya, yaitu memotong kuku Raka. "Gimana tugas desain yang saya kasih?" tanya Raka sambil meminum kopinya. "Masih proses." "Sekarang kamu bawa nggak? Saya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN