D U A P U L U H

2222 Kata

Kurebahkan tubuhku di atas tempat tidur rumah dinas, rumah yang selalu terasa sepi. Kupandangi langit-langit yang penutupnya tampak lusuh, sudah berapa hari aku tinggal dan keadaannya semakin buruk, sarang laba-laba sudah sampai di mana-mana. Jika ada Kanya, tak akan seburuk ini rumah dinasku, dia selalu telaten dan bersih. Meski sudah sampai di Yonif 400/BR, aku memang belum langsung bertugas. Masih akan kumulai besok pagi dengan memimpin apel siaga terakhir pilkada tahun ini, bersinergi bersama kepolisian. Nampaknya akan kembali bertemu dengan Satria. Laki-laki yang sempat mendekati Kanya tapi tak pernah membuat perempuan terbaik dalam hidupku itu goyah sedikitpun. Kupejamkan mata dan yang terbayang adalah masalalu, rasa bersalahku telah mencintai setiap perempuan yang Cesa cintai. Bah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN