S E M B I L A N B E L A S

2088 Kata

Kini aku duduk di sebelah Ratih, dia tampak kebingungan dan aku juga, maksudku canggung. Sudah setengah jam kereta berjalan. Kalian tahu rasanya bagaimana menjadi kami, bertemu lagi setelah sekian tahun terlepas. Cukup lama, dia cinta pertamaku, dan semua orang tahu, cinta pertama itu sulit dilupakan. Terlebih banyak kenangan hebatku dengannya, meski yang paling menyakitkan adalah renggangnya hubunganku dengan Cesa. "Sudah berapa bulan kehamilan istrimu?" Tanya Ratih lagi padahal aku sudah ingin sekali membatasi komunikasi kami. "Delapan," jawabku singkat memainkan ponsel, menunggu balasan dari Kanya. "Sebentar lagi anakmu dua." Aku mengangguk saja. "Anak yang pertama lucu, dia pintar dan pemberani, tadi aku ketemu di dekat pengisian formulir, dia tiba-tiba manggil Tante, tanya pula A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN