Entah jam berapa aku terlelap semalam, yang kutahu Ara membangunkanku ketika adzan berkumandang dan Kanya tengah sibuk dengan suara-suara alat dapurnya. Terdengar suara-suara berbincang pula, tapi tidak mungkin Kanya berbicara sendiri. Dia tidak akan segila itu hanya karena LDR denganku lebih dari satu bulan ini. "Ayah, adzan, Yah!" Ara masih mengguncang tubuhku. Aku membuka mata langsung duduk memandang Ara dan tersenyum. "Adzan, Yah. Ke masjid," katanya dengan kalimat dan intonasi khas anak kecil. "Iya, Sayang," sahutku kemudian menggandengnya keluar dari kamar. Cukup tercengang saat melihat banyak orang di ruang keluargaku, kupikir mereka semua pulang nyatanya masih pada di sini subuh-subuh begini. "Ndak pada pulang to?" Tanyaku sekedar basa-basi di subuh hari. Aku pun sejujurny

