Sudah terlewat satu bulan aku bertugas di tempat yang baru, banyak hal aku lakukan di sini sampai belum bisa menempuh jarak 2-3 jam ke Karanganyar. Ara sudah sangat kesal menanyakan dimana keberadaanku dan Kanya sudah semakin sering dalam bertanya apa kabar, sudah makan atau belum, istirahat gih, jangan capek-capek, bahkan bertanya lagi ngapain? Ini sudah macam hubungan anak ABG yang ala-ala itu. Terlepas dari semua hal konyol yang aku alami selama satu bulan, konyol yang menyebalkan. Aku cukup menikmati rindu yang tercipta. Kata orang rindu itu candu, lebih candu dari nikotin dan caffeine. Menjalani kisah yang cukup gila ini aku juga bisa lebih menghargai waktu dan pertemuan. Semua hal yang menurutku tidak ada harganya kala dekat dengan Kanya, semua telah memiliki harga. Dan aku, bisa

