S E P U L U H

2055 Kata

Kanya pagi ini gusar, tapi tak semurung ketika ada masalah dengan senja. Dia hanya sedikit panik, bingung, tapi senyum masih merekah untuk kami. Semacam pagi ini, dia sudah tersenyum seperti mentari yang baru saja nampak malu-malu dari balik Gunung Lawu. Kami melakukan olahraga pagi ini, sembari melatih Kanya senam Ibu hamil. Tolong jangan tertawa. Iya, sebagai bagian dari suami siaga, aku ikut senam Ibu hamil beberapa waktu yang lalu. Maksudku aku mengantar Kanya, tetap Kanya yang senam, kan dia yang hamil bukan aku. Dan aku yang hanya memperhatikan masih ingat setiap gerakan yang dilakukan. Senam juga hanya diikuti setiap Minggu, pada saat Kanya libur. Maka di hari sibuk begini, harus aku yang melatih dia. Ara mengikuti kami dengan gerakan asal-asalannya, bagiku tak ada masalah, yang p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN