"Di tunggu dari tadi ternyata malah berduaan!" Bukannya melepaskan pelukan, Liona malah semakin meringsek ke dalam pelukan David. "Capek, sana keluar. Jangan lupa tutup pintu." Via melotot tidak percaya. Liona mengabaikannya. Memang benar-benar, awas saja dia. "Dasar Bumil!" kalau mau mengumpat takut dengan David yang masih setia menatapnya. Via memilih untuk pergi tak lupa menutup pintu sesuai perintah David. Dia berjalan ke bawah melewati anak tangga dan berbelok ke dapur. Di sana terdengar obrolan mamanya dan Lydia. Terdengar sangat seru. Telinganya juga mendengar ada suara Jenny. Sepertinya saudara tirinya sedang ada di sana. Via melihat Jenny sedang duduk di kursi pantry yang menghadap ke arah Rose dan Lydia yang sedang sibuk berkutat dengan peralatan dapur. Via berjalan ke arah

