Liona berjalan ke arah kamar sambil memikirkan pertanyaan Via. Tangannya mengelus perut yang sedikit sakit. Mungkin karena satu hari ini dia melakukan banyak aktivitas. Tubuhnya juga merasa lelah. Dia ingin cepat-cepat sampai kamar dan menidurkan tubuhnya. Tapi pikirannya tidak bisa berhenti memikirkan pertanyaan Via. Semakin dia berpikir jauh semakin pula perutnya sakit. Ini tidak bisa dibiarkan. Dia tidak boleh memikirkan yang berat-berat. Liona duduk di samping tempat tidur dengan tangan mengelus perut berharap sakitnya berkurang. Dia bahkan mengabaikan David yang sedang berbaring menatapnya dari samping. Laki-laki itu menggeser tubuhnya agar lebih dekat dengan Liona. Dia terus memperhatikan tangan Liona yang bergerak teratur di atas perutnya. "Kenapa?" tanya David sambil tangannya

