Tak terasa kandungan Liona kini sudah mencapai lima bulan. Perutnya kini terlihat lebih besar. Dia bahkan lebih cepat lelah dan sakit punggung. David selalu memijat atau mengelusnya sebelum tidur. "Cepet siap-siap!" David sedang kesal pada Liona. Dia sudah menyuruh Liona untuk berganti baju untuk mengikuti acara perpisahan sekolah. Bukannya segera berganti pakaian, perempuan itu malah mondar-mandir tidak jelas. "Kamu pergi sendiri aja, aku di apartemen." David berdecak kesal. Dia menghampiri Liona dan menariknya ke kamar. Kalau tidak dipaksa Liona tidak akan mau. "Mau ganti sendiri atau gue gantiin?" Kali ini Liona langsung membuka lemari dan mengambil bajunya. David meninggalkan Liona dan duduk di sofa. Jam sudah menunjukkan pukul delapan lebih sepuluh menit. Dia membuka ponsel dan m

