Liona bangun dari tidurnya dan melihat David yang tengah tertidur di sofa kamar. Dia menjadi merasa bersalah melihat keadaan David saat ini. Harusnya kemarin langsung pulang saja. Tidak perlu menurut pada David. Dia memutuskan untuk membuatkan sarapan sebagai tanda terima kasih sekaligus ucapan permintaan maaf pada David. Dengan langkah pelan takut membangunkan David yang masih tertidur pulas. Kakinya melangkah keluar kamar dan segera mencari letak dapur. Baru saja tangannya membuka kulkas, perutnya serasa diaduk-aduk. Tangannya membekap mulut karena merasa akan muntah. Dengan terburu-buru dia berlari mencari kamar mandi. Liona sempat berpikir mungkin di kamar David ada kamar mandi. Dengan segera dia berlari kembali ke arah kamar. Liona memuntahkan isi perutnya dan seketika tubuhnya l

