Liona masih terdengar sesenggukan meski sudah berhenti menangis. Pikirannya berkelana entah kemana. Memikirkan nasibnya yang seperti ini. Entah bagaimana kedepannya, Liona tidak tahu. "Woi, cepet lo ganti baju!" David melemparkan paper bag yang berisi pakaian. Setelah mengambil barang yang dilemparkan tadi, Liona bangkit dan berjalan menuju ke kamar mandi. Perlahan dia mengganti pakaiannya sambil pikirannya masih berkelana dan memikirkan nasib dirinya kedepannya. Perasaannya masih syok saat mengetahui bahwa dirinya tengah hamil. Ini seperti kejutan yang membuat seluruh hidupnya runtuh. Semua yang sudah dia susun seakan hancur begitu saja setelah mendapati kenyataan itu. Selesai dengan mengganti pakaian, Liona keluar kamar dan menemukan David sedang memainkan ponselnya. Perlahan Liona m

