Sepulang sekolah Liona berangkat kerja menuju kafe tempat dia biasanya bekerja. Sesekali matanya melirik jam tangan yang melingkar di tangan kirinya. Kurang beberapa menit lagi menunjukan pukul dua. Kalau dia tidak segera sampai tepat waktu, sudah pasti dia akan mendapat omelan dari Yan. Liona menoleh ke kana dan kiri memastikan tidak ada kendaraan yang melintas. Dia tidak mau kejadian tempo hari terulang kembali. Segera setelah dapur memasuki dia berganti pakaian ala pelayan. "Telat lima menit." Liona menundukkan kepala saat mendengar suara Yan dari depan. "Kamu itu sudah saya bilangin berkali-kali jangan sampai terlambat sedetikpun. Apa kamu tuli, hah ?!" murka Yan yang kesal karena Liona selalu saja tidak tepat waktu. "Maaf." Hanya kata itu yang dapat Liona keluarkan dari bib

