"Kita mau kemana? Kok arahnya beda?" bingung Liona yang sedang menatap keluar jendela mobil. "Udah sepuluh kali lo tanya gitu ke gue dan itu bikin gue jengah. Jadi, gue minta lo diam," David berkata seraya menatap ke arah jalanan yang mulai macet. Laki-laki itu mendengus sebal. "Aku juga udah bilang sama kamu buat ngomong aku-kamu bukan lo-gue, tapi kamu enggak mau berhenti buat ngomong lo-gue. Jadi, aku juga enggak mau berhenti." Sifat keras kepala Liona perlahan mulai keluar. Dia sangat kesal dengan sikap David padanya. Setiap ada anggota keluarga David akan mengubah gaya bicaranya, tetapi saat sedang bersama dengan dirinya omongannya kembali dengan kata lo-gue. David mendengus tak suka, "Suka-suka gue, lah! Lo kalau mau ngomong kayak gue juga enggak papa. susah amat lo jadi cewek

