17. Mimpi dan Pelukan

1099 Kata

Liona mencuci piring dan gelas kotor dengan tenang. Sesekali dia bersenandung riang. David duduk di sofa ruang tamu dengan ponsel di genggaman. Matanya sesekali melirik Liona. "Kak! Besok masakin aku lagi, ya!" suara Liona mengagetkan David yang sedang serius memainkan benda pipih canggihnya. "Toa lo!" jawab David tak kalah keras dari suara Liona. Sedangkan perempuan yang berada di dapur, mengerucutkan bibir mendengar ejekan David. Liona duduk di samping David setelah selesai dengan pekerjaannya. Kepalanya dia senderkan pada lengan David yang masih sibuk pada ponsel tanpa menoleh ke arah Liona. Dia merasa kesal dengan sikap David terhadapnya. Entah sejak kapan dia sudah mulai berani dengan David. Rasanya saat ini hanya ingin bermanja-manja dengan laki-laki itu. "Ngapain, sih lo? Jauh-j

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN