Jenny menuruni anak tangga dengan tas yang sudah bertengger manis di bahu. Dia sudah siap berangkat sekolah. Hanya tinggal sarapan bersama dengan mamanya. Dia sangat menyayangi Rose, mamanya. Setelah papanya tiada hanya Rose yang ia punya. "Ma?" Rose tersenyum dan meminta Jenny untuk segera duduk. "Mau makan apa? Biar Mama yang siapkan." "Roti isi aja, Ma. Aku buru-buru soalnya." Dia meletakkan tas di samping kursi. Rose mengangguk dan dengan cekatan dia membuat roti isi untuk anaknya. "Mau bawa bekal nggak?" Jenny menggelengkan kepala sambil meminum s**u kesukaannya. Mereka sarapan dengan tenang tanpa ada yang berbicara. Tidak ada asisten rumah tangga di rumah itu. Rose sengaja tidak mengunakan jasa asisten rumah tangga, karena dia ingin mengajarkan Jenny kemandirian. Rumah sebesar i

