"Emang kita mau kemana, sih?" Liona mencoba mengimbangi langkah Via yang berada di depannya. Terlihat seperti terburu-buru. Bukannya menjawab, dia malah menarik Liona masuk ke mobilnya. "Udah nggak ada waktu lagi, udah telat kita." Liona memutar mata jengah, dia hanya bisa pasrah akan dibawa kemana. Semoga saja Via tidak melakukan hal-hal yang akan membahayakan mereka. Astaga, hilangkan pemikiran itu dari benak Liona saat ini. Dia menggelengkan kepala. "Kenapa?" "Eh, enggak kok." Via mengangkat bahu acuh. Dia kembali memfokuskan diri pada kemudi mobil. Beberapa saat hanya ada keheningan, tidak ada yang berniat untuk membuka suara. Sampai pada saat lampu jalan berubah warna menjadi merah, tiba-tiba Via menanyakan pertanyaan yang selama ini mengganggu pikirannya. "David baik nggak sama

