Liona berjalan sendirian menuju kantin sekolah. Tidak ada teman yang menemaninya, hanya sendiri dan selalu sendiri. Tiba-tiba bahunya ditepuk dengan kencang dari arah belakang. Otomatis dia menggerakkan tubuh menoleh ke belakang. "Kamu?" "Iya, siapa? Nama gue bukan Kamu, ya." Via memutar bola mata jengah. Di hadapannya Liona menggaruk tengkuknya yang tidak gatal setelah mendengar jawaban dari teman barunya. Yah, sekarang dia mempunyai teman. Walaupun bisa dikatakan Via ini adalah teman lama dari panti asuhan tempat dia hidup dan tinggal dulu. "Bareng ke kantin, yuk." Via menggandeng tangan Liona dan bersamaan berjalan menuju kantin dengan iringan cerita serta candaan yang Via lontarkan pada Liona. Tiba di kantin yang penuh sesak dengan lautan manusia, mereka mulai mencari-cari tempa

